← Back to blog

02 May 2026 13:24

18469218721697455835

film frieren cukup relate di dunia nyata. kisahnya tentang 2 ras yang saling mencintai. keduanya expertise di bidangnya, top of the line.

kalau di dunia nyata. orang yg hebat di bidangnya. dalam dunia pekerjaan logika dulu baru dibungkus emosi biar penyampaiannya soft

tidak menyinggung pihak lain misal kayak bupati pati kemarin

sedangkan dalam percintaan itu emosi dulu dibalut logika. cinta dulu, baru dicari alasan mencintainya

karena tidak pernah mengasah kemampuan perasaannya, selalu mengasah kemampuan kerjanya, 2 Ras ini tidak pernah menyatakan perasaannya

himmel, ras manusia, tau umurnya cuman 70 tahun menyukai ras peri yang umurnya bisa sampai 10.000 tahun

dia tau akan mati terlebih dahulu, bila mati maka akan menyakiti perasaan frieren. makanya gak pernah menyatakan perasaannya

sedangkan frieren secara nature emang bodoh dalam berkembang biak, kayak panda. makanya rasnya punah. karena terlalu sangar, terlalu fokus kepada expertisenya.

himmel, really love her, jadi himmel meminta desa-desa yang pernah dibantunya untuk membuat patung himmel secara khusus. syukur-syukur anggota tim lainnya

tapi tidak untuk kota yang tidak pernah dibantu. jadi setiap patung ada ceritanya, cerita dia bersama frieren. supaya frieren tidak kesepian ditinggalkan himmel

sekarang kerjaan frieren hanyalah mengunjungi kota-kota yang pernah dibantunya untuk melihat patung himmel dan mengenang memorinya

setelah melintasi banyak kota, dan bertemu dengan teman himmel yang lama, frieren baru sadar ternyata himmel mencintainya, membuatkan patung supaya dirinya tidak kesepian

terus frieren juga baru sadar ternyata dirinya mencintai himmel karena dia datang ke desa-desa hanya untuk melihat patung dan membersihkannya