02 May 2026 13:24
film frieren cukup relate di dunia nyata. kisahnya tentang 2 ras yang saling mencintai. keduanya expertise di bidangnya, top of the line.
kalau di dunia nyata. orang yg hebat di bidangnya. dalam dunia pekerjaan logika dulu baru dibungkus emosi biar penyampaiannya soft
tidak menyinggung pihak lain misal kayak bupati pati kemarin
sedangkan dalam percintaan itu emosi dulu dibalut logika. cinta dulu, baru dicari alasan mencintainya
karena tidak pernah mengasah kemampuan perasaannya, selalu mengasah kemampuan kerjanya, 2 Ras ini tidak pernah menyatakan perasaannya
himmel, ras manusia, tau umurnya cuman 70 tahun menyukai ras peri yang umurnya bisa sampai 10.000 tahun
dia tau akan mati terlebih dahulu, bila mati maka akan menyakiti perasaan frieren. makanya gak pernah menyatakan perasaannya
sedangkan frieren secara nature emang bodoh dalam berkembang biak, kayak panda. makanya rasnya punah. karena terlalu sangar, terlalu fokus kepada expertisenya.
himmel, really love her, jadi himmel meminta desa-desa yang pernah dibantunya untuk membuat patung himmel secara khusus. syukur-syukur anggota tim lainnya
tapi tidak untuk kota yang tidak pernah dibantu. jadi setiap patung ada ceritanya, cerita dia bersama frieren. supaya frieren tidak kesepian ditinggalkan himmel
sekarang kerjaan frieren hanyalah mengunjungi kota-kota yang pernah dibantunya untuk melihat patung himmel dan mengenang memorinya
setelah melintasi banyak kota, dan bertemu dengan teman himmel yang lama, frieren baru sadar ternyata himmel mencintainya, membuatkan patung supaya dirinya tidak kesepian
terus frieren juga baru sadar ternyata dirinya mencintai himmel karena dia datang ke desa-desa hanya untuk melihat patung dan membersihkannya