02 May 2026 13:18
Ayahku tetap membantu pengemis, yatim piatu. Walau tau dana akan diselewengkan.
Katanya kalau mau sedekah sedekah aja. Hal lain lain itu urusan tuhan.
Kalau laka sama motor pasti diganti full motornya
Yang gak terima anaknya. Ayahku bilang doi cuman beruntung bisa lepas dari kemiskinan. Lahir miskin kita g isa milih, tp kita bisa milih mau mati kaya apa miskin. Siapa tau bantuan kita yg g seberapa itu bisa jadi batu loncatan.
Sekarang aku cuman melanjutkan mimpinya dengan lebih tersistem.
Ya, doi emang bodoh, opportunities learningnya emang sedikit.
Ayahku dari lahir yatim. Sejak di kandungan 6 bulan.
Ibunya cuman jualan di pasar. POV beliau kalau krn sedekah jatuh miskin lagi beliau rela, toh dulu juga miskin. Nothing to lose. Sudah tau how to play the game.
Sodara-sodaranya juga hidup cukup nyaman. Sodaranya jadi PNS semua jadi kalangan menengah.
Sampai akhir hayatnya, anaknya tetap hidup nyaman. Terbukti sedekah sebanyak itu tidak membuat miskin. Beliau cuman berdoa semoga sedekahnya bisa jadi batu loncatan. Cuman satu orang aja uda seneng
Hidup hedon dan sederhana 2 hal berbeda. Hedon untuk diri sendiri. Sederhana sourcenya bisa buat orang lain.
Manusia pada dasarnya makhluk sosial. Akan lebih bahagia liat orang lain tumbuh bersama drpd kita sendirian di atas.
Humanity beyond rules
Engga percaya manusia makhluk sosial yg akan bahagia liat orang lain tumbuh bersama?
Terus anak itu apa?